SKENARIO SINETRON : CUCUKU SAYANG (durasi 60 menit) By Ami Daria

PlanetCerpen.Com - Anda sedang mencari contoh Skenario Sinetron? dan mencari-cari di internet, lalu tanpa sengaja ketemu dengan blog ini, maka tidak ada salahnya Anda melanjutkan membaca artikel ini, karena kesempatan kali ini PlanetCerpen.Com memang akan mengupas bentuk atau contoh Skenario Sinetron dengan durasi 60 menit (1 jam). Dan mengambil judul Cucuku Sayang.

Skenario Sinetron Cucuku Sayang adalah skenario ke 2 yang aku unggah kedalam blog ini. sebelumnya sudah ada satu skenario sinetron yang pertama dengan judul Demi Anak. Anda bisa mencarinya di sidebar kanan dengan label Skenario Terbaru. Oke tanpa panjang kata lagi, yuk langsung simak saja Skenario Sinteron Cucuku Sayang dibawah ini:

Skenario Sinetron : CUCUKU SAYANG (durasi 60 menit) By Ami Daria, Contoh Skenario Sinetron, durasi 60 menit, durasi 1jam, skenario siap pakai, cari skenario, cara membuat skenario, penulis skenario, cara mudah menulis skenario, belajar menulis skenario untuk pemula, penulis skenario hebat, contoh skenario sinetron


==========================================================================

SINOPSIS :

Kegelisahan hati Yatno dalam memikirkan keadaan cucu kesayangannya yang tiba-tiba malas sekolah. Suka membolos tanpa  alasan yang jelas. Yatno yakin, pasti ada sesuatu yang terjadi. Dengan segala cara Yatno menyelidiki penyebab cucunya, Hanan malas sekolah.

Ternyata Hanan malas sekolah karena sering dipukul temannya, Gentar.  Hanan tak berani membalas dia hanya menangis. Linda, ibunya Hanan sudah bicara dengan ibunya Gentar mengenai kenakalan anaknya, namun dia cuek saja.

Yatno berpikir tidak ada cara lain untuk menghentikan kenakalan Gentar kecuali dengan memotivasi Hanan agar melawan bila ada temannya yang nakal. Agar membela diri bila ada teman yang seenak sendiri. Sangat sulit memberi pengertian pentingnya membela diri karena Hanan terdidik jadi pribadi yang selalu mengalah dan tenggang rasa yang tinggi. Tapi dengan telatennya, Yatno berhasil mengubah pribadi Hanan menjadi pribadi yang berani, tegar dan selalu membela diri sendiri. Akhirnya Gentar menjadi ketakutan, dan Hanan menjadi semangat sekolah.

==========================================================================

PELAKU :

1.  YATNO (70 TH)
Usianya  tak dapat menyembunyikan keriput diwajahnya. Rambutnya memutih namun lebat.Wajah bijaksana dan sabar tapi tegas. Wawasannya luas. Semangatnya tinggi dalam menegakkan keadilan. Sangat menyayangi cucu tunggalnya. Tekadnya bulat dalam memotivasi cucunya menghadapi kenakalan teman sekolahnya.

2.  LINDA (28 TH)
Putri tunggal Yatno. Wajahnya tampak lembut, sabar dan pasrah. Dalam tiap pembicaraan terlihat begitu hati-hati demi menjaga perasaan lawan bicaranya. Saking hati-hatinya jadi terkesan penakut.

3.  HANAN (6 TH)
Siswa kelas 1 SD. Wajahnya imut, terkesan suka mengalah dan sabar. Selalu menjaga perasaan teman tanpa memperdulikan diri sendiri. Sifatnya yang suka mengalah dan pendiam, membuat temannya berbuat seenaknya sendiri.

4.  NIKEN (28 TH)
Seorang wanita dengan rasa egoisme yang tinggi. Dalam setiap gerak-gerik dan tutur katanya menunjukkan kesombongan hati. Sopan santunnya sangat kurang, meskipun berhadapan dengan orang yang usianya jauh diatasnya. Dia akan cuek jika anak lain berposisi teraniaaya, namun jadi kalang kabut saat anaknya yang teraniaya.Berbagai macam cara dia tempuh demi membela anaknya.

5.  GENTAR (6 TH)
Siswa kelas 1 SD, teaan sekelas Hanan. Akibat dari terlalu dimanja juga terlalu dilindungi, membuatnya menjadi seenaknya sendiri. Bahkan dia kurang tanggap dalam membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Yang ada dalam pikirannya hanya menang, menang, dan menang. Jagoan dalam kandang. Kalau ada yang berani melawan, mengadu ke ibunya dan ibunya yang menghadapi. Sifat pengecutnya sangat tampak dari raut wajahnya, yang tidak berani memandang lawan bicara, menunduk sambil mencuri-curi pandang.

6.  Siswa SD, yang merupakan teman sekolah Hanan dan Gentar.

==========================================================================

SETTING :

1. TERAS RUMAH YATNO.
Teras itu melebar ke samping. Dengan pintu masuk di salah satu sisinya. Sedangkan pada sisi yang lain terdapat jendela.Di depan jendela itulah terdapat dua kursi  rotan dan satu meja bundar yang ditata berjajar, dengan posisi meja ditengah.

2. HALAMAN RUMAH YATNO
Halaman itu luas. Yang merupakan ciri halaman rumah pedesaan, dimana pada salah satu sisinya terdapat pohon mangga yang rindang, dan daunnya menaungi halaman dari panas matahari. Berbagai macaam tanaman hias, baik yang dalam pot maupun langsung ditanam ditanah, ditata rapi dan asri, enak dipandang mata.

3. KAMAR TIDUR HANAN
Merupakan kamar tidur anak. Di salah satu sisi terdapat rak kayu yang dipenuhi mobil-mobilan dan mainan anak lelaki yang lain. Semua diatur sedemikian rupa.

4. RUANG TENGAH RUMAH YATNO
Ruangan itu luas. TV ukuran 21 inc, yang terletak diatas rak TV, ada di salah satu sisi. Pada sisi yang lain, tampak tiga pintu kamar tidur, yang dihiasi korden mewah, dua warna dengan rumbai-rumbai antic pada sisi ataasnya. Di depan TV terbentang karpet mewah untuk bersantai sambil nonton TV. Rak kayu yang dipenuhi berbagai macam hiasan keramik, terletak di sudut ruangan. Ruangan itu tampak longer karena semua perabotannya diatur sedemikian rupa.

5. RUANG DEPAN RUMAH YATNO
Seperangkat sofa mewah menghiasi ruang itu. Pada dinding ruangan terdapat lukisan abstrak. Pada jendela dan pintu pembatas ke ruang tengah, ditutup korden mewah. Semua diatur sedemikian rupa sehingga enak dipandang mata.

6. KEBUN CABE
Pohon cabe dan tomat diatur berjajar. Seperti kebun cabe pada umumnya.

7. JALAN PEDESAAN
Merupakan jalan pedesaan yang sepi dari kendaraan umum. Disisi kanan dan kiri terbentang sawah yang menghijau. Ditepi jalan tumbuh pohon-pohon akasia yang ditata berjajar sepanjang jalan, menambah asri suasana pedesaan yang tentram damai.

8. HALAMAN SEKOLAH SD.
Seperti halaman sekolah SD pada umumnya.

==========================================================================

SCENE- 01.EXT. TERAS RUMAH YATNO  -Sore
Pelaku : Yatno, Hanan, Linda

YATNO SEDANG DUDUK MELAMUN SENDIRIAN DI  TERAS SAMBIL MEROKOK. PANDANGANNYA MENERAWANG SEOLAH SEDANG MEMIKIRKAN HAL YANG SANGAT SERIUS.
                    YATNO(Naration)
                    Ada apa dengan cucuku Hanan. Kenapa belakangan ini dia malas sekolah….?

TAMPAK  LINDA NAIK TERAS, MAU MASUK.

                     YATNO
                     Hanan tidak masuk sekolah lagi?

                      LINDA
                     Tidak mau yah. Dipaksa-paksa juga tetap tidak mau.

                      YATNO
                      Kamu  tahu alasannya, kenapa?

LINDA CUMA MENGELENGKAN KEPALA SAMBIL DUDUK DI KURSI  SAMPING YATNO.

                      YATNO
                      Coba kamu tanya secara baik-baik, kenapa akhir-akhir ini Hanan sering tidak mau                               sekolah.

       LINDA
       Kalau kutanya, tidak  mau jawab……jawabnya cuma malas….pingin di rumah saja.

YATNO
Kamu harus sabar….

LINDA
Iya Yah…..coba besok akan kubujuk agar mau sekolah. Kalau sering bolos, aku kan                             malu sama gurunya. (BERANJAK MASUK)


TAMPAK HANAN BERJALAN MENDEKATI YATNO SAMBIL MEMBAWA 2 MOBIL-MOBILAN, LALU BERMAIN  MOBIL-MOBILAN DI LANTAI, DEKAT TEMPAT DUDUK YATNO.


HANAN
Eyang…..ini mobilnya bagusan yang mana, eyang?

YATNO
Bagus yang biru…tapi yang merah juga bagus…..dua-duanya bagus. Bagus semua….(Tertawa) Sini…Cucu Eyang mendekat, ada yang ingin Eyang tanyakan.

HANAN MENINGGALKAN MOBIL-MOBILANNYA DAN BERJALAN MENDEKATI YATNO.  YATNO MEMANGKU CUCUNYA.

YATNO
Eyang mau tanya….kenapa sekarang Cucu Eyang yang pinter ini sering tidak masuk sekolah?

HANAN TAMPAK RAGU UNTUK MENJAWAB.

YATNO
Jangan bilang malas, ya…? Masa Cucu Eyang yang pintar malas sekolah? Pasti ada sebabnya. Kenapa hayo….?Cerita saja sama Eyang…pasti Eyang bantu…ayo, kenapa?

HANAN MENUNDUK SAMBIL BERMAIN JARI TANGANNYA. YATNO MENGELUS-ELUS RAMBUT CUCUNYA PENUH KASIH.

HANAN
(RAGU-RAGU) Ada yang nakal Eyang…dia suka memukul Hanan.

YATNO
Memukul Hanan….? Lha kenapa?

HANAN
Dia memang nakal Eyang….suka mukul teman-teman. Suka minta mainan. Teman-teman takut sama dia.

YATNO
Terus Cucu Eyang, takut sama dia, juga?

HANAN MENGANGGUK PELAN

YATNO
Kok takut, kenapa?

HANAN
Dia sangat kuat Eyang…Temen yang dipukul dia selalu nangis.

YATNO
Cucu Eyang, kalau dipukul dia juga nangis?

HANAN MENGANGGUK PELAN

YATNO
Memangnya pukulan dia sangat keras? Seperti petinju?

HANAN TERTAWA GELI SAMBIL MENGELENG.

YATNO
Lalu kenapa kamu nangis?

HANAN
Kalau nggak nangis, dipukul terus Eyang…..

YATNO
Kok mukul terus, memangnya tidak dilihat guru?

HANAN
Kan mukulnya saat istirahat, semua guru di kantor.

YATNO
Oh….Hanan tidak cerita ke bu guru?

HANAN
Kalau cerita ke bu guru, bisa dipukul lagi…katanya pengecut, suka ngadu ke bu guru…..

LINDA KELUAR DAN BERDIRI DI SAMPING YATNO.

LINDA
Katanya alasannya apa, Yah?

YATNO
Katanya ada temannya yang nakal….suka memukul. Kamu tahu siapa anak itu?

LINDA
Betul itu, Hanan? Kok nakalnya baru sekarang…..?

HANAN
Dia anak baru, bu….

LINDA
Anak baru yang pindahan dari Jakarta, itu….?

HANAN MENGANGGUK BERLAHAN.

YATNO
Kamu tahu, anak siapa, dia? (TERTUJU PADA LINDA)

LINDA
Tahu pak. Ibunya, dulu kan temen sekolahku waktu SD…..

YATNO
Nah….Cucu, Eyang yang pinter….besok berangkat sekolah, ya….kan ibu kenal sama ibunya temen kamu yang nakal itu….dia namanya siapa?

HANAN
Gentar. Eyang….

YATNO
Gentar? Pantas saja, anaknya pemberani, maju tak gentar….

HANAN
Iya, ya Eyang….maju tak gentar….!Membela yang bayar…

YATNO
Hist! (MENEMPELKAN JARI DI BIBIR HANAN)

YATNO DAN LINDA SALING PANDANG DAN TERTAWA GELI.
                             

CUT  TO

SCENE-02. EXT. HALAMAN SEKOLAH SD –Pagi
Pelaku : Linda, Niken, Hanan, Gentar.

TAMPAK LINDA NAIK SEPEDA MOTOR  MEMBONCENGKAN HANAN,  MEMASUKI HALAMAN SEKOLAH. SAAT HANAN AKAN TURUN SECARA BERSAMAAN, NIKEN DATANG, MEMBONCENGKAN GENTAR.

HANAN TURUN DARI BONCENGAN, DIGANDENG LINDA, MENDEKATI NIKEN.

LINDA
Niken…..?Baru pindah dari Jakarta….?

NIKEN
Iya Lin…..

LINDA
Lha, kenapa pindah…? Bukannya lebih enak hidup di Jakarta?

NIKEN
Ah. Biaya hidup di Jakarta terlalu mahal. Jadi aku putuskan tinggal di desa, biar ayahnya saja yang tetap di Jakarta.

GENTAR TAMPAK TOLAK PINGGANG SAMBIL MENATAP TAJAM PADA HANAN.
HANAN YANG  KETAKUTAN, MEMEGANG TANGAN LINDA, ERAT-ERAT.

LINDA
Lho….! Gentar…kenapa kamu menatap Hanan, begitu…?

GENTAR HANYA DIAM, MENCIUM TANGAN NIKEN DAN BERJALAN MENUJU KELAS. LINDA GELENG-GELENG KEPALA. NIKEN TERTAWA GELI.

NIKEN
Namanya juga anak kecil….ya…begitulah…kadang lagaknya sok jagoan.

LINDA
(TERTAWA) Sok jagoan, ya….? Tapi ngomong-ngomong, anakku takut lho! Sama anakmu. Dia suka main pukul. Iya Hanan, betul begitu?

HANAN MENGANGGUK PELAN.

LINDA
Bisa minta tolong…agar anakmu, Gentar,  dibilangin?

NIKEN
Ngapain juga dibilangin….? Biarin aja. Namanya anak kecil, kalau nakal, ya lumrah! (MELIPAT  TANGAN DI DADA)

LINDA
Tapi nakalnya kelewatan, lho….?

NIKEN
Ya….biarain aja…

NIKEN TERTAWA GELI SAMBIL MENYALAKAN MOTORNYA DAN MELUNCUR PERGI.

LINDA
Oalah….sifat nakalnya meniru ibunya……Ayo masuk kelas.

LINDA MENGANDENG HANAN MENUJU KELAS. TAPI HANAN BERTAHAN TIDAK MAU MELANGKAH.

LINDA
Ayo ibu antar sampai kelas. Sekalian ibu mau bicara sama Gentar.

DENGAN LANGKAH BERAT, HANAN MENURUTI IBUNYA, MENUJU KELAS.

            LINDA
            Bicara sama ibunya, percuma…..lebih baik ibu bicara sama Gentar langsung.

            HANAN
            Nggak usah bu…..nanti Gentar malah ngejek aku,…aku dibilang ngadu ke ibu…..

            LINDA
            Tapi Gentar harus dibilangin…kalau dibiarkan, nanti makin menjadi…..



CUT  TO

SCENE-03. EXT. TERAS RUMAH YATNO -Siang
Pelaku : Yatno, Linda

YATNO SEDANG MEMBACA KORAN. LINDA KELUAR DARI DALAM RUMAH,  DAN DUDUK DI SAMPINGNYA.

YATNO
(MENUTUP KORAN) Kamu sudah bicara sama ibunya Gentar?

LINDA
Sudah Yah…..tapi, ya….. tidak tahu deh.

YATNO
Tidak tahu, gimana?!

LINDA
Niken, ibunya Gentar cuek doang…..Kata dia, anak kecil kalau nakal, lumrah….Jadi tadi aku menasehati Gentar langsung…..

YATNO
Oh…begitu….?ya….semoga saja, setelah dinasehati kamu, Gentar tidak nakal lagi….

LINDA
Smoga saja….saya jemput Hanan dulu ya, Yah…..(BERDIRI)

YATNO
Iya….            

LINDA MELANGKAH PERGI. YATNO MERENUNG SAMBIL MEMPERHATIKAN LINDA.

YATNO (naration)
Ibunya cuek…..bagaimana, seandainya anaknya berposisi seperti Hanan? Apa dia masih tetap bisa cuek….?



CUT  TO

SCENE- 04. EXT. HALAMAN SEKOLAH –Siang
Pelaku : Linda, Hanan, Niken, Gentar, Siswa SD

DENGAN MENGENDARAI MOTOR LINDA MENGHENTIKAN MOTORNYA DILUAR PAGAR HALAMAN SEKOLAH. TAMPAK HANAN BERJALAN MENDEKATI LINDA SAMBIL MENANGIS.

LINDA
Kenapa, Hanan? Kenapa kamu menangis?

HANAN
Dipukul Gentar……

TAMPAK DENGAN CUEKNYA GENTAR BERJALAN MELEWATI MEREKA.

LINDA
(MENGHENTIKAN GENTAR) Gentar! Kenapa kamu memukul Hanan?

GENTAR DIAM,BERLARI MENDEKATI NIKEN YANG PARKIR DIBELAKANG LINDA.

LINDA
Kebetulan kamu disini Niken…anakmu itu lho….tadi dia memukul Hanan.

NIKEN
(TERTUJU KE GENTAR) Betul? Tadi kamu memukul Hanan?

LINDA
Kenapa kamu diam? Kenapa tadi kamu memukul Hanan?

GENTAR HANYA DIAM SAMBIL NAIK KE BONCENGAN.

NIKEN
Anak kecil nakal itu lumrah….tak usah diambil hati. Yok Lin…..aku duluan….

DENGAN CUEKNYA NIKEN MENJALANKAN MOTORNYA, MENINGGALKAN LINDA.


CUT  TO

SCENE- 05 EXT. TERAS RUMAH YATNO. Siang
Pelaku : Yatno, Linda, Hanan

YATNO MASIH DUDUK DI TEMPAT SEMULA. DI HADAPANNYA ADA SECANGKIR MINUMAN DAN GORENGAN.

LINDA YANG BARU MENJEMPUT HAHAN, MEMASUKI HALAMAN. HANAN TURUN DARI BONCENGAN, SALIM KE YATNO DAN LANGSUNG MASUK RUMAH. LINDA MENGIKUTI DI BELAKANGNYA, DUDUK DI SAMPING YATNO.

LINDA
Ayah masih disini?

YATNO
Ayah sengaja menunggu kalian…….Ayah ingin tahu perkembangannya……

LINDA
Payah sekali……(MENGELUH) Tadi Hanan nangis, yah…..dipukul Gentar….

YATNO
Dipukul Gentar? Terus…..?

LINDA
Kebetulan tadi aku ketemu Niken, Aku bilang saja kalau Gentar tadi memukul Hanan.
Niken cuma tanya sama Gentar…Betul kamu memukul Hanan? Gentar cuma diam, habis itu Niken cuma…Anak kecil kalau nakal, lumrah. Terus..Yok Lin…aku duluan….Sama sekali tidak mau tahu……Nyebelin sekali….!

YATNO
Hem…..berarti dia tipe orang yang tak perduli anaknya nakal…..???

LINDA
Jadi caranya bagaimana ya  Yah…? Agar Gentar tidak suka memukul Hanan…Apa sebaiknya aku bilang sama gurunya saja….?

HANAN
Jangan! Ibu jangan bilang bu guru….nanti aku diejek Gentar….katanya kalau anak lelaki suka mengadu seperti banci….!

TIBA-TIBA HANAN YANG SUDAH BERGANTI BAJU, BERDIRI DI TENGAH PINTU.

LINDA
Lalu….ibu harus bagaimana? Masa ibu membiarkan kamu setiap hari dipukul Gentar?!

HANAN HANYA DIAM. YATNO MENARIK TUBUH HANAN DAN MEMELUKNYA.

YATNO
Ini jagoannya Eyang….Sekarang Eyang mau tanya. Kenapa kamu tidak balas memukul Gentar?

HANAN
Dulu temanku ada yang membalas, eee Gentar balas memukul lagi…Katanya nggak ada yang menang melawan dia….

YATNO
Oh…begitu…Lha  kamu sendiri sudah pernah membalas apa belum?

HANAN MENGELENG.

YATNO
Takut dipukul lagi?

HANAN MENGANGGUK

YATNO
Kalau kamu balas memukul lagi, bagaimana?

HANAN MENATAP YATNO, TAK MENGERTI.

LINDA
Aku masuk dulu, yah….(BERANJAK MASUK RUMAH)

YATNO
Iya….sana kamu masuk. Eyang kan ingin ngobrol-ngobrol sama jagoannya eyang yang pinter ini…(MEMIJIT HIDUNG HANAN)

YATNO
Tadi kamu belum menjawab pertanyaan Eyang lho……

HANAN
Pertanyaan yang mana, Eyang….?

YATNO
Pertanyaan yang begini……(BERPIKIR SEJENAK) Kalau kamu balas memukul, bagaimana?

HANAN
Ya…nanti Gentar balas lagi…..

YATNO
Ya kamu juga balas lagi……

HANAN
Terus kalau Gentar balas lagi….?

YATNO
Ya kamu juga balas lagi……

HANAN
Nanti jadinya saling pukul dong…..?

YATNO
Ya, tidak apa-apa…..

HANAN
Berkelahi….?

YATNO
Memang kenapa, kalau berkelahi??

HANAN
Nanti aku dimarahi bu guru. Kata bu guru kalau berkelahi di sekolah, nggak naik kelas…

YATNO
Bilang saja, kamu membalas pukulan Gentar.

HANAN
Kalau bu guru tidak percaya, bagaimana Eyang….?
                   
YATNO
Kan ada temen-teman kamu. Mereka bisa dijadikan saksi…..

HANAN TAMPAK BERPIKIR KERAS.

YATNO
Berani, tidak? Kamu membalas pukulannya?

HANAN MENGELENG BERLAHAN

YATNO
Kenapa? Apa badannya Gentar tinggi besar….?

HANAN
Enggak….badannya malah tinggian dan besaran aku….

YATNO
Haa…?! (KAGET) Lebih tinggi dan lebih besar kamu? Bearti kamu lebih kuat dong…lalu kenapa takut?

HANAN DIAM.

YATNO
Masa dipukul anak yang badannya lebih kecil, kamu diam saja?

HANAN
Kata Gentar. Dia jago karate….Jadinya aku takut

YATNO
Kamu yakin? Kamu pernah melihat dia memperagakan kepandaian berkarate?

HANAN
Belum….tapi dia kan suka memukul…berarti memang jago karate.

YATNO
Suka memukul, bukan berarti jago karate. Bisa jadi memang Gentar anak yang nakal. Dan anak yang nakal harus dilawan.

HANAN HANYA MENATAP YATNO TAK BERKEDIP. DIA MENCOBA MENCERNA MAKSUD PERKATAAN YATNO


CUT  TO

SCENE-06. INT. KAMAR TIDUR HANAN –Pagi
Pelaku : Yatno, Linda, Hanan

HANAN MASIH TIDUR BERSELIMUT. LINDA MELONGOKAN KEPALA DARI BALIK PINTU.

LINDA
Hanan….bangun….sudah siang…….

HANAN MASIH TETAP TERTIDUR PULAS.

LINDA
Bangun…..mandi, ngih. (PERGI)

HANAN MEMBUKA MATANYA SECARA BERLAHAN. YATNO MASUK KAMAR DAN DUDUK DIRANJANG.

YATNO
Hanan…..bangun. Sudah jam enam. Kamu mau sekolah apa, tidak…Jangan pura-pura tidur lho….Eyang tahu, kalau Hanan sudah bangun. Ayo…!

SECARA BERLAHAN HANAN MEMBUKA MATANYA.

HANAN
Hanan nggak mau masuk sekolah, Yang…..

YATNO
Kenapa…?

HANAN
Pusing….

YATNO MENYENTUH KENING HANAN.

YATNO
Tidak panas…….

HANAN
Memang kalau pusing harus panas dulu……?Hanan memang pusing kok.

YATNO (naration)
Kamu itu bukan pusing……tapi takut sama Gentar….

LINDA
(MASUK) Ayo Hanan…bangun. Kamu mau mandi dulu atau sarapan dulu….? (MENARIK TUBUH HANAN HINGGA TERDUDUK, TAPI HANAN TETAP TERPEJAM)

HANAN
Aku pusing…..bu….

LINDA MENYENTUH KENING HANAN.

LINDA
Tidak panas…..?

YATNO
Lin….biarkan saja hari ini Hanan tidak berangkat. Sana buatkan surat.

LINDA
Alasannya apa, Yah?

YATNO
Pusing….kan tadi Hanan bilang, kalau dia pusing…..?(LINDA MAU BICARA) Sudah sana….buatkan surat. Kasihan, kan? Kalau masih pusing kamu paksa untuk sekolah.

LINDA
Paling bohong, Yah…buktinya badannya tidak panas.

YATNO
Memangnya kalau pusing, badannya harus panas? Sudah sana buatkan surat…nanti keburu siang lho….Setelah itu, suratnya kamu antarkan ke sekolah…..

HANAN MEMBUKA MATANYA SEDIKIT SAMBIL TERSENYUM SIMPUL.

YATNO
Tunggu apa lagi….? Sudah sana buatkan surat. Ayah mau memijit Hanan agar pusingnya hilang…

YATNO
Sekarang buka matamu.(HANAN TETAP MEMEJAMKAN MATA)Eyang tahu, kalau kamu hanya pura-pura pusing.

HANAN MEMBUKA MATANYA. YATNO TERSENYUM LEBAR.

YATNO
Nah…begitu…masa cucu Eyang tidak mau masuk sekolah karena takut sama temannya? Ayo bangun. Kita ke kebun. Metik cabe agar dibuatkan sambel sama ibumu…

HANAN DUDUK.

YATNO
Ayo….mandi,sarapan dan kekebun

LINDA
Lha….itu sudah bangun. Tidak jadi pusing, kan? Ayo mandi……

YATNO
Kamu sudah tulis suratnya?

LINDA
Sudah…tapi kalau ternyata Hanan tidak pusing, ya biar masuk sekolah saja.

HANAN
(MENYENTUH KENINGNYA) Pusing…….(TIDUR LAGI)

LINDA
Ayo….Hanan hanya pura-pura, kan?

YATNO
Hist….! Biarkan hari ini Hanan tidak masuk sekolah. Sekarang kamu antarkan surat ijinnya ke sekolah.

LINDA MENGANGGUK DAN KELUAR KAMAR.

YATNO
Nah. Aman. Hari ini kamu tidak usah masuk sekolah. Kita ngobrol-ngobrol saja dulu…


CUT  TO

SCENE- 07. EXT. KEBUN CABE YATNO –Pagi
Pelaku : Yatno, Hanan

YATNO  BERJALAN MENELUSURI PERKEBUNAN CABE MILIKNYA, DIIKUTI HANAN.

YATNO
Nah…cabenya sudah tua. Bisa dipetik biar sama ibumu dibuat sambal.
     
HANAN                                                              
Sama dijual ya, Yang……?          

YATNO
Iya. Nanti biar dipetik pembelinya. Lihat. Ada lubang semut.

YATNO JONGKOK DIIKUTI HANAN. MEREKA MEMPERHATIKAN LUBANG SEMUT.

YATNO
Kamu lihat. Ini semut membawa makanan mau dibawa masuk ke lubang. Eyang kasih kayu kecil disini, ya…..Nah….kamu lihat. Semut ini mencari jalan lain. Eyang kasih ranting lagi mengelilingi lubang semut.

HANAN
Kenapa dikasih ranting, Yang?

YATNO
Nanti kamu akan paham. Nah…..mau tidak mau semut harus melewati ranting agar sampai ke lubang. Kamu tahu kenapa, begitu?

HANAN
Kan semut pingin pulang, Yang….

YATNO
Betul. Dengan berbagai cara semut mencari jalan untuk dapat pulang. Kamu lihat, ranting ini sangat besar kalau dibandiingkan badan semut. Tapi semut tetap berani menghadapinya.Kamu tahu, kenapa?

HANAN
Agar semut sampai rumahnya.

YATNO
Jadi apapun yang terjadi, apapun rintangannya, semut siap menghadapi. Dia sangat berani. Nah…maksud Eyang…kamu tiru itu sikap beraninya semut.

HANAN
Maksud Eyang…?

YATNO
Maksud Eyang kamu juga harus berani menghadapi Gentar. Apalagi badan kamu lebih tinggi dan lebih besar dibadingkan badannya Gentar.

HANAN HANYA DIAM. YATNO BERDIRI DIIKUTI HANAN. MEREKA BERJALAN LAGI.

YATNO
Pesan Eyang…kamu tiru sikap beraninya semut. Besok kalau Gentar memukulmu,balas pukul yang lebih keras lagi. Eyang jamin. Gentar pasti KO.

HANAN
Yang…cabe itu masih kecil, warnanya kok merah?Yang ini  sudah besar kok masih hijau…?

YATNO
Itu yang masih kecil sudah merah, namanya cabe rawit. Kalau ini namanya cabe besar…
(DIAM SESAAT) kamu diajak bicara tentang Gentar kok malah Tanya cabe? Kamu takut pada Gentar yang badannya lebih kecil dari kamu? Masa kamu kalah sama semut?

HANAN
Aku tidak takut sama semut? Semut diinjak juga mati.

YATNO
Maksud Eyang bukan kamu harus berani melawan semut. Tapi kamu harus berani melawan Gentar, seperti semut yang berani melawan ranting yang lebih besar….

YATNO MEMETIK CABE RAWIT YANG TELAH MERAH.

YATNO
Mulai besok kamu harus berani melawan Gentar. Kalau dia memukumu, kamu harus balas yang lebih keras lagi. Jangan hanya diam dan menangis. Kalau semut hanya diam, maka dia tidak bisa pulang. Kamu tiru sikap beraninya semut. Oke?

HANAN
Oke Eyang…..

YATNO
Bagus. Tos!

HANAN
Kalau Gentar jago karate, dan aku kalah, bagaimana Eyang…?

YATNO
Kamu tidak usah pikirin menang atau kalah. Itu urusan nomor 98 (TERTAWA) Yang penting kamu balas pukulannya. Enak saja main pukul. Emangnya cucu Eyang takut?

HANAN
Iya Eyang… kalau Gentar memukulku, Aku balas yang lebih keras lagi. Des! Des!Des! KO deh dia……(MUKUL TEMPAT KOSONG)

YATNO
Nah….begitu…Jangan kamu biarkan siapapun memukulmu. Lindungi dirimu….jangan hanya diam dan menangis.Oke? (MENEPUK PERUT HANAN)

HANAN
Oke…aku akan balas dia sekeras mungkin. Aku tidak akan takut.

YATNO
Nah…begitu. Jadi anak lelaki harus berani…

HANAN
Iya…..harus jadi jagoan…..

YATNO
Betul jagoan. Tapi ada satu pesan Eyang….kamu jangan nakal duluan, Cuma kalau ada yang nakal…balas yang keras. Paham!

HANAN
Paham Eyang  (TERSENYUM SENANG)


CUT  TO

SCENE- 08.  EXT. HALAMAN RUMAH YATNO    -Pagi
Pelaku: Yatno, Hanan, Linda

YATNO SEDANG MENGELAP  SEPEDA UNTA. HANAN, YANG SUDAH BERSERAGAM SEKOLAH KELUAR DARI DALAM RUMAH.

YATNO
Nah….Hanan sudah,  siap?

HANAN
Sudah Eyang….tinggal menunggu Ibu mengambil motor.

YATNO
Eyang sudah menyiapkan sepeda, untuk mengantar Hanan. Hanan mau kan, diantar Eyang?

HANAN
Mau Eyang….tapi kok pakai sepeda?

YATNO
Linda….! Hanan biar aku saja yang mengantar ke sekolah…!

LINDA (Out Sound)
Iya, Yah…..! Ini motornya mau kukeluarkan dulu….!

YATNO
Tidak usah….! Pakai sepeda saja….!(TERTUJU PADA HANAN) Pakai sepeda saja, ya…?Biar Eyang sekalian olah raga.

HANAN MENGANGGUK. YATNO MENGANGKAT HANAN KE BONCENGAN. LINDA -KELUAR

LINDA
Ayah mau pakai sepeda, saja?

YATNO
Iya….sekalian olah raga. (TERTUJU PADA HANAN) Awas kakinya, ya? Jangan sampai masuk jeruji.


CUT  TO

SCENE-09  EXT. JALAN PEDESAAN    -Pagi
Pelaku : Yatno, Hanan, Niken, Gentar.

YATNO  BERSEPEDA, MENGANTAR HANAN KE SEKOLAH. NIKEN, YANG MENGANTAR GENTAR KE SEKOLAH, MENDAHULUI YATNO.

HANAN
Eyang….itu Gentar….!

YATNO
Itu tadi Gentar? Badannya kecil….

HANAN
Memang kecil…..

YATNO
Tapi nakal, ya…..? Tapi tenang….tidak usah takut sama anak kecil….Ingat pesan Eyang kemarin, kan?

HANAN
Ingat Eyang…..

YATNO
Apa?                                                                        

HANAN
Kalau ada yang memukul, balas yang keras.

YATNO
Betul sekali. Seratus buat cucu Eyang yang pinter dan pemberani ini.Tapi…..kamu jangan memukul duluan. Jadi kamu tidak nakal, tapi melindungi diri sendiri…..Paham?

HANAN
Paham, Eyang……..


CUT  TO

SCENE-10. EXT. HALAMAN SEKOLAH SD  -Pagi
Pelaku: Yatno, Hanan, siswa-siswa SD.

YATNO SAMPAI DI HALAMAN. MENURUNKAN HANAN DARI BONCENGAN. HANAN SALIM DENGAN YATNO  SISWA-SISWA BERSERAGAM SD BERLALU LALANG.

YATNO
(MENGELUS KEPALA HANAN) Belajar yang rajin, ya….Jangan takut pada siapapun. Jangan biarkan siapapun memukul kamu. Lindungi dirimu sendiri.

HANAN
Iya Eyang…kalau ada yang memukul, balas yang keras.

TAMPAK GENTAR KELUAR KELAS, BERDIRI DI DEPAN PINTU SAMBIL MEMPERHATIKAN HANAN.

HANAN
Itu Gentar, Eyang….yang berdiri di depan kelas, itu…?

YATNO
Iya….dia seperti menunggumu(TERTAWA) Dia belum merasakan pukulan jagoannya Eyang ini…..Kalau dia memukulmu, kamu berani membalas pukulannya, kan?

HANAN
Berani! Siapa takut?

YATNO                                                                                          
Bagus! Eyang bangga sama cucu Eyang yang pemberani dan pinter ini..(MENCUBIT PIPI HANAN) Sekarang kamu masuk kelas, ya….

HANAN MENGANGGUK, DAN BERJALAN MENUJU KELASNYA. YATNO MEMPERHATIKAN HANAN SAMPAI MASUK KELAS,LALU YATNO MEMUTAR C


CUT  TO

SCENE-11. EXT. HALAMAN RUMAH YATNO –Pagi
Pelaku : Yatno, Linda.

LINDA SEDANG MENYAPU HALAMAN. YATNO MEMASUKI HALAMAN. MENYETANDAR SEPEDANYA.

LINDA
Kok lama, Yah…….

YATNO
Iya…ngobrol-ngobrol dulu sama Hanan (TERSENYUM) Tadi Gentar keluar kelas dan memandang Hanan seperti menantang. Lalu Ayah memotivasi Hanan…..(TERTAWA)

LINDA
Memotivasi apa, Yah….?

YATNO
Yach…memotivasi agar Hanan melindungi diri sendiri…agar kalau Gentar memukul dibalas yang keras. Toh badan Hanan lebih tinggi dan lebih  besar dari Gentar, jadi pasti menang.(TERTAWA) Nanti yang jemput Ayah, ya…..ingin tahu, bagaimana ceritanya.

LINDA
Sepertinya Hanan tidak bakalan berani….Hanan kan penakut.

YATNO
Kamu terlalu memanjakan. Terlalu melindungi, jadinya Hanan jadi penakut….Tapi kita lihat saja nanti… Ayah mau sarapan dulu…tadi belum sempat sarapan.

LINDA
Iya, Yah…. Tadi aku  sudah buatn oseng-oseng tempe  dan telur dadar.

YATNO
Lha…..!Itu lauk kesukaan Ayah….(MASUK)
                                                                                                   

CUT  TO

SCENE- 12. EXT. HALAMAN SEKOLAH SD –Siang
Pelaku : Yatno, Hanan, Gentar, Niken, Siswa SD

YATNO BERSEPEDA MEMASUKI HALAMAN SEKOLAH. DI TERAS KELAS, TAMPAK HANAN KELUAR KELAS, SIAP BERLARI KE ARAH YATNO. TIBA-TIBA GENTAR  DI BELAKANG HANAN DAN MENDORONG HANAN KERAS HINGGA JATUH.

YATNO
(KAGET) Bangun Hanan! Balas dia yang keras!

HANAN YANG HAMPIR MENANGIS, BANGUN DAN BALAS MEMUKUL GENTAR SEKUAT TENAGA. GENTAR JATUH TERLENTANG. SISWA YANG LAIN HANYA DIAM TERPAKU.

SISWA SD
Bagus Hanan. Memang Gentar harus dibalas. Biar nggak nakal lagi.

GENTAR MENANGIS, NAMUN TEMAN-TEMANNYA TIDAK ADA YANG PERDULI. YATNO MENGACUNGKAAN JEMPOL PADAA HANAN SAMBIL TERSENYUM LEBAR. HANAN BALAS TERSENYUM DAN BERLARI KEARAH YATNO.
TAMPAK NIKEN MEMASUKI HALAMAN. GENTAR, MASIH SAMBIL MENANGIS BERLARI KE IBUNYA.

NIKEN
Lho! Gentar kok menangis? Siapa yang nakal?

GENTAR MENUNJUK KE ARAH HANAN, YANG SEDANG DIANGKAT YATNO KE BONCENGAN.

NIKEN
Oh….jadi anaknya Linda, yang nakal sama Gentar? (BERJALAN MENDEKATI YATNO)
Maaf pak….tadi cucu bapak nakal sama Gentar, anakku.

YATNO
Oh ya? Coba Tanya pada Gentar, apa betul tadi Hanan nakal sama dia?

NIKEN
Buktinya Gentar menangis. Bearti memang ada yang nakal. Dan katanya yang nakal Hanan.

YATNO
Oh begitu….? Coba Tanya. Nakal yang bagaimana? Aku ingin dengar jawabannya Gentar. Nakalnya Hanan itu bagaimana. Gentar kamu kesini!(MELAMBAI PADA GENTAR)

GENTAR TAMPAK KETAKUTAN. NIKEN MENGANDENG GENTAR MENDEKATI YATNO.

NIKEN
Kamu tadi diapain, sama Hanan?

GENTAR
Dipukul dadanya. Sakit (MENANGIS LAGI)

NIKEN
Itu…Cucu bapak, memukul anakku….

YATNO
Oh begitu….Coba kamu kesini le…(MEMANGGIL SALAH SATU TEMAN HANAN) Le…kamu tadi melihat Hanan memukul Gentar?

SISWA ITU MENGANGGUK.

YATNO
Kamu tahu, kenapa Hanan memukul Gentar?

SISWA
Tahu Kek….Gentar memukul Hanan, lalu Hanan membalasnya. Gentar memang nakal.

YATNO
Lha….ibu dengar…? Apa kata anak ini? (TERTUJU PADA SISWA TADI)Terima kasih ya, Le….Jadi Hanan membalas pukulan Gentar. Lagipula ibu aneh, ya…? Kalau anak lain menangis dipukul Gentar, ibu cuek saja. Sekalinya ada yang membalas dan Gentar menangis, ibu kalang kabut. Mbok biarkan saja.Namanya anak kecil kalau nakal ya, lumrah…..(MENGAYUH SEPEDA DENGAN CUEKNYA)

NIKEN TAMPAK GUSAR MELIHAT SIKAP YATNO.


CUT  TO

SCENE- 13. EXT. JALAN PEDESAAN –Siang
Pelaku ; Yatno, Hanan.

YATNO MASIH MEMBONCENGKAN HANAN.

YATNO
Hebat! Eyang bangga sama Hanan….lha begitu…..kalau ada yang nakal, balas yang keras.

HANAN
Iya Eyang…..Kok ternyata Gentar bisa menangis, ya Eyang…..

YATNO
(TERTAWA)Itulah…ternyata Gentar cengeng juga ya….?

MEREKA TERTAWA BARENG.

HANAN
Besok lagi, kalau ada yang nakal, aku mau balas yang keras. Paling-paling kalau dibalas, mereka nangis ya , Eyang…?

YATNO
Betul. Betul. Betul. (TERTAWA) Tapi awas. Cucu Eyang jangan nakal duluan, ya….?

HANAN
Iya Eyang…….Hanan nggak mau dicap anak nakal tapi cengeng….. seperti Gentar. (TERTAWA)

YATNO
(TERTAWA) Bagus. Bagus. Bagus. Eyang bangga sama kamu.


CUT  TO

SCENE-14. EXT. HALAMAN RUMAH YATNO –Siang
Pelaku : Yatno, Hanan, Linda

YATNO YANG MASIH MEMBONCENGKAN HANAN, MEMASUKI HALAMAN. YATNO TURUN DAN MENURUNKAN HANAN DARI BONCENGAN.

HANAN
Ibu….!! (TERIAK)

LINDA KELUAR.

HANAN
Tadi Gentar nangis.

LINDA
Gentar nangis? Kenapa?

HANAN
Aku  pukul sangat keras sampai jatuh.

LINDA
Kamu memukul Gentar?  Kenapa?

HANAN
Gentar memukul aku duluan, lalu aku membalasnya keras sekali sampai Gentar terjatuh. Dia nangis. (BANGGA)

LINDA MENATAP YATNO. YATNO HANYA ANGKAT BAHU SAMBIL TERSENYUM.

LINDA
(BERBISIK) Apa yang Ayah ajarkan ke Hanan?

YATNO
Tidak apa-apa. Ayah hanya ajarkan, bahwa Hanan harus melindungi diri sendiri. Kalau ada yang nakal, balas yang keras. Biar kapok!

LINDA
Waduh gawat!

YATNO
Gawat apanya? Kamu rela? Tiap hari Hanan menangis karena dipukul Gentar? Ayah tidak iklas. Ayah juga tak mungkin membalaskan. Jadi harus Hanan sendiri yang membalas? Ayah pikir hanya itu jalan keluar ya terbaik.

LINDA
Itu artinya Ayah mengajarkan Hanan untuk menjadi anak nakal.

YATNO
Bukan jadi anak nakal. Tapi melindungi diri sendiri. Kalau ada temannya yang nakal, balas yang keras. Kalau tadi Hanan tidak membalas, Gentar akan selalu memukul. Hampir tiap hari Gentar memukul Hanan, kan? Coba kita lihat, apakah besok pagi Gentar masih berani memukul Hanan.

HANAN
Kalau besok Gentar memukulku, akan kubalas keras-keras, biar menangis lagi (TERTAWA)

YATNO
Betul itu….Sekarang Hanan ganti baju dulu, ya….

HANAN
Iya Eyang….(MASUK RUMAH)

YATNO
Kamu seharusnya melindungi anakmu sendiri. Jangan kamu biarkan Hanan jadi bolanya Gentar. Tiap hari Hanan dipukul Gentar, kamu hanya diam. Orang tua macam apa, kamu?

YATNO MASUK RUMAH. LINDA MENGHELA NAPAS PANJANG

LINDA (Naration)
Benar juga kata ayah. Aku hanya diam mengetahui Hanan dipukul Gentar tiap hari.

LINDA MASUK RUMAH


CUT  TO

SCENE-15. INT. RUANG TENGAH  RUMAH YATNO -Malam
Pelaku : Yatno, Linda, Hanan

MEREKA SEDANG SANTAI NONTON TV SAMBIL MAKAN CEMILAN.

HANAN
Eyang…..besok aku ke sekolah diantar Eyang saja, ya…?

YATNO
Beres bos. (TERSENYUM)

LINDA
Hanan suka, ya? Diantar Eyang….?

HANAN
Suka bu. Pakai sepeda santai….Terus ibunya Gentar kan takut sama Eyang….ya, Eyang?

LINDA
Takut bagaimana? Tadi Ayah ketemu Niken?

YATNO
Iya….dia marah Hanan memukul Gentar….tapi sudah kujelaskan kalau Hanan hanya membalas pukulan Gentar. Kalau anaknya yang nakal, dia santai….giliran anaknya dipukul Hanan, langsung kalang kabut…..

LINDA
(TERTAWA) Jadi Niken kalang kabut?Lucu sekali….Ya…dia biar merasakan, bagaimana rasanya kalau anaknya dipukul temannya.

YATNO
Bukannya dipukul….tapi dibalas pukulannya….

LINDA
Ya…..sama aja, Yah…sama-sama Gentar dipukul Hanan.

NIKEN (Out Sound)
Assalamu’alaikum…….

SECARA BERSAMAAN LINDA DAN YATNO MENJAWAB SALAM TERSEBUT

LINDA
Yah. Kok seperti suaranya Niken?

YATNO
Masa?! Coba kamu lihat ke depan dulu.

LINDA MENGANGGUK DAN BERANJAK KEDEPAN.


CUT TO CUT

SCENE- 16.  INT. RUANG DEPAN RUMAH YATNO -Malam
Pelaku : Linda, Yatno, Niken, Gentar, Hanan.

LINDA KELUAR DARI  RUANG TENGAH.

LINDA
Wa’alaikum salam…..ee..Niken? Sini masuk.Silahkan duduk.

NIKEN MASUK SAMBIL MENGANDENG GENTAR. MEREKA DUDUK. LINDA IKUT DUDUK.

LINDA
Ada apa nih…? Malam-malam datang kesini?

NIKEN
Ini…mau membahas tentang kenakalan anak kamu, Hanan……

LINDA
Hanan nakal?! (KAGET)

NIKEN
Iya…..gara-gara suka dipukul Hanan,…Gentar jadi takut sekolah. Makanya aku kesini…mau bilang kamu agar menasehati anakmu.

LINDA                                                  
Tunggu sebentar.

LINDA MASUK RUANG TENGAH, SEJENAK KEMUDIAN, KELUAR BERSAMA HANAN

LINDA
Hanan…..betul? Kamu di sekolah suka memukul Gentar?

HANAN
Nggak!

NIKEN
Jangan bohong! Tadi di sekolah kamu memukul Gentar, kan?!

HANAN
Tapi Gentar yang mukul aku duluan. Aku kan membalas.

LINDA
Lha. Kamu dengar? Hanan hanya membalas pukulan Gentar. Jadi Gentar yang mukul duluan. Benar begitu, Gentar?

GENTAR MENGANGGUK TAKUT-TAKUT.

NIKEN
Tadi kamu bilang, katanya Hanan yang memukul kamu.

GENTAR HANYA MENUNDUK DALAM-DALAM. YATNO KELUAR DARI RUANG DALAM DAN DUDUK DI SEBELAH LINDA.

YATNO
Mbak Niken…..aku mau tanya…kenapa Mbak Niken sangat mempermasalahkan pukulan Hanan? Bukankah anak kecil nakal itu hal yang lumrah.

NIKEN
Tapi ini sudah keterlaluan. Gentar sampai takut sekolah….

YATNO
Dulu saat Hanan takut masuk sekolah karena sering dipukul Gentar…lalu Linda  bicara dengan kamu. Apa tanggapanmu? Kamu bilang, anak kecil nakal, itu lumrah. Menjawab dengan cueknya……

LINDA
Sudah, yah……


YATNO
Ini sebagai pelajaran. Besok lagi, jangan terlalu cuek dengan keadaan orang lain. Apalagi kalau keadaan itu diciptakan oleh anak kamu.

NIKEN HANYA DIAM MENUNDUK.

YATNO
Untung Cucu Eyang yang pemberani ini, berani membalas pukulannya. Coba. Kalau dia masih seperti dulu…Tidak berani membalas pukulannya, malah takut sekolah….pasti semakin seenaknya sendiri anakmu itu.

LINDA
Begitu Niken….Hanan hanya membalas pukulan Gentar. Jadi kalau Gentar tidak memukul duluan, maka Hanan juga tidak akan memukul. Betul begitu, Hanan?

HANAN
Betul. Tapi kalau ada temanku dipukul Gentar, aku juga membalaskan kok. Kasihan teman-teman.

NIKEN
Lha itu….Gentar tidak memukul, Hanan memukul juga.

LINDA
Kan seperti tadi yang Hanan bilang, kalau Gentar memukul temannya, Hanan membalaskan. Jadi yang pertama memukul, tetap saja Gentar.

NIKEN
Tapi Gentar kan tidak  memukul Hanan?

HANAN
Tapi Gentar kan mukul temanku. Aku kasihan sama teman-teman. Kalau dipukul Gentar, nggak ada yang berani membalas. Ya udah. Aku aja yang membalaskan.

YATNO
Bagus! Jadi Hanan melindungi teman-temannya. Sumber masalah dari anakmu Gentar. Sekarang semua terserah Gentar. Masih suka memukul, apa tidak?

YATNO MENDEKATI GENTAR.

YATNO
Gentar…..Kalau kamu tidak mau dipukul. Maka kamu jangan memukul duluan…paham….?

GENTAR MENGANGGUK PELAN.

YATNO
Dan Mbak Niken…..tolong kalau Gentar nakal sama teman-temannya, dinasehati. Jangan dibiarkan saja. Jangan mentang-mentang Gentar yang nakal, terus santai. Nanti Gentar tidak punya teman…..dan khawatirnya, kebiasaan seenaknya sendiri itu terbawa sampai dewasa. Nanti Gentar sendiri yang rugi…..

HANAN
Kalau Gentar nggak memukul aku atau teman-teman, aku juga nggak akan memukul Gentar kok.

YATNO
Kamu dengar Gentar….? Semua tergantung kamu…Ya…Mbak Niken….semua tergantung Gentar….

NIKEN
Iya pak…..Aku minta maaf. Mungkin aku yang terlalu memanjakan Gentar. Kalau begitu aku pamit…..

NIKEN BERDIRI DAN BERSALAMAN DENGAN LINDA DAN YATNO.


CUT  TO

SCENE- 17. EXT. HALAMAN RUMAH YATNO -Pagi
Pelaku : Yatno, Linda, Hanan.

HANAN YANG SUDAH BERSERAGAM SEKOLAH TAMPAK TIDAK SABAR MENUNGGU YATNO.

HANAN
Eyang….lama sekali…

YATNO KELUAR SAMBIL MENUNTUN SEPEDA UNTA.

YATNO
Aduh…..Cucu Eyang sudah tidak sabar…ingin cepat-cepat berangkat sekolah…..

HANAN
Iya Eyang…..Aku pingin cepat-cepat sampai sekolah….mau main kelereng sama teman-teman.

YATNO
Sama Gentar juga?

HANAN
Gentar nggak mau ikut main. Cuma ngeliatin aja.

YATNO
Tapi Gentar sudah tidak nakal, kan?

HANAN
Udah nggak berani, Eyang….kan ada jagoan yang suka membela yang lemah (TERTAWA)

YATNO
(TERTAWA) Siapa lagi jagoannya? Kalau bukan Cucu Eyang yang pemberani ini……

LINDA KELUAR RUMAH.

HANAN
Berangkat dulu bu…..(SALIM PADA LINDA)

LINDA
Hati-hati ya…..? Di sekolah jangan nakal.

YATNO MENGANGKAT HANAN KE BONCENGAN.

YATNO DAN HANAN
Assalamu’alaikum……

LINDA
Wa’alaikum salam ……….

YATNO MENGAYUH SEPEDANYA, MENUJU SEKOLAH.

LINDA (NARATION)
Alhamdullillah…..berkat Ayah….sekarang Hanan jadi anak pemberani dan semangat sekolah……(TERSENYUM SIMPUL)
        
SELESAI

**Profil Penulis:
Ami Daria
RT 05 / 02  DESA GEDEG 
KEC COMAL 
KAB PEMALANG 
JAWA TENGAH
52363
Hp :085786849856

2 Komentar untuk "SKENARIO SINETRON : CUCUKU SAYANG (durasi 60 menit) By Ami Daria"

  1. Bagus kunjungi blog saya juga ya trimakasih

    https://sailarrohmah.blogspot.co.id/?m=1

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oke...saya sudah mengunjungi yourblogs..met berkarya, ya.......

      Hapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel