PEREMPUAN DIPUKUL GADA (Cerita Misteri) By Ami Daria

Cerita Misteri : PEREMPUAN DIPUKUL GADA

By : Ami Daria

Di dunia ini ada alam nyata dan alam gaib. Alam gaib, yang tak terlihat mata namun benar-benar ada. Kadang tanpa kita sadari, kita hidup berdampingan dengan mereka, berbagi tempat. Karena hidup berdampingan itulah kita sering mengalami peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan mereka. Inilah kisah-kisah yang berkait dengan orang-orang dari alam gaib.


27 juli 2018
 pEREMPUAN DIPUKUL GADA
Cerita Misteri By Ami Daria

Sudah pukul 06.45.  Aku berangkat ke tempatku mengajar terburu-buru. Maklum sudah kesiangan.Seharusnya sebelum jam tujuh aku sudah sampai sekolah, menyambut siswa-siswa yang datang. Tapi mau bagaimana lagi? Namanya juga kesiangan. Jarak tempuhku sekitar 20 menit. Jadi ya,.....kesiangan lima menit. Memang tempatku mengajar lumayan jauh, di kecamatan. Jalanan rusak parah, kalau aku ngebut badan bergoyang terlalu keras, pegel semua. Jadi jalanku normal-normal saja. Begitu sampai di jalan raya, aku menyeberang, jalan kearah barat sekitar seratus meter, di depan pom bensin, diseberang batas penghubung jalur yang berlawanan, aku melihat seorang perempuan kurus kering, pakaian warna coklat tanah, usia sekitar 45 tahun. Berjalan diiringi dua lelaki gendut bercelana kombrong hitam, tanpa baju. Mereka memegang gada yang lumayan besar. Yang aneh dari perempuan itu, kenapa kedua tangannya dirantai dibelakang tubuhnya, layaknya tawanan.Tiba-tiba gada itu dipukulkan ke perempuan itu hingga jatuh bertumpu pada kedua lututnya. Tidak cukup sampai disitu. Dia dipukul lagi hingga jatuh seperti orang sujud. Keterlaluan! Aku benar-benar emosi menyaksikan hal itu. Ingin rasanya menolongnya. Tanpa berpikir panjang kuarahkan motor kekanan, berniat menyeberang, tiba-tiba  teett....! Suara klakson bis mengagetkanku. Mengurungkan niatku. Ya....aku harus sabar menunggu bis, truk juga kendaraan lain yang berlalu lalang lenggang. Setelah jalan sepi aku berniat menyeberang. Tapi.....perempuan dan lelaki pembawa gada itu tidak ada.......kemana mereka? Ternyata aku baru saja melihat makhluk dari dunia lain. Oh My Good........pagi-pagi sudah ketemu makhluk tak kasat mata.

Sampai di tempatku mengajar, sudah masuk. Setelah mengisi absen aku duduk di kantor. Hari ini jam pertama pelajaran PAI, jadi aku tak ada pelajaran alias kosong. Mungkin karena jam pertama pelajaran PAI itulah, makanya alam bawah sadarku memerintahkan agar aku santai saja, toh aku masuk pada jam ke tiga. Jadi walaupun aku berusaha mati-matian agar tidak terlambat, tetap saja terlambat. Ada-ada saja penyebabnya.Ya mungkin karena itu tadi, alam bawah sadarku yang memerintahku agar santai saja....Aku membuka buku Matematika, membuat soal-soal untuk latihan siswa, namun pikiran ini tidak bisa konsentrasi, masih terpikir perempuan itu. Kasihan sekali dia. Ingin sekali aku menolongnya. Aku paling tidak suka kalau dalam posisi melihat orang lain membutuhkan pertolongan, dan aku tak dapat menolongnya. hati ini merasa tak berguna.Titin guru kelas tiga, masuk kantor dan duduk di sebelahku. Hari ini pelajaran pertama di kelasnya adalah olah raga. Jadinya Titin santai. Manda, guru bahasa Inggris, yang akan mengisi di jam ke empat di kelas V juga santai. Setelah kami bersalaman saling tegur, kami ngobrol.

“Bu....Kasihan sekali ya Waluyo.....masih muda sudah jadi duda....”Kata Titin pada Manda.
“Iya. Kok bisa, ya?Kecelakaan tunggal sampai meninggal. Lukanya parah lo....” Jawab Titin.
“Kecelakaan tunggal tapi lukanya parah? Berarti dia mengendarai motornya sangat kencang......” Aku ikut nimbrung.
“Setahuku Ningsih kalau naik motor nggak pernah ngebut.....kok bisa-bisanya dia menabrak pembatas jalan, terguling dan motornya menimpa tubuhnya. Aneh sekali....nggak masuk akal.....” Titin masih terlihat bingung.
“Mungkin Ningsih menghindari sesuatu, yang hanya dia sendiri yang melihatnya....” Manda mulai menerka-nerka.
“Maksudmu tempat itu angker......?” Tanya Titin.
“Mungkin. Buktinya tanpa ada apa-apa tiba-tiba Ningsih menabrak pembatas jalan dan terguling. Orang-orang yang melihat sampai bingung.......” Kata Manda.
“Berarti kecelakaan tunggal di mata kita. Tapi di mata Ningsih, dia menghindari
 sesuatu......” Kata Titin.
“Kapan itu bu, kejadiannya?” Aku penasaran.
“Kecelakaannya sekitar 10 hari yang lalu. Di rumah sakit sehari semalam langsung meninggal.” KataTitin dan Manda bersamaan.
“Innalilahi.....Kok kompak.....?” Aku tertawa geli.
Mereka juga tertawa.
“Jadi jalan raya dekat pom bensin itu angker juga, ya.....?” Titin seperti bicara pada diri sendiri.
“Pom bensin?  Pom bensin yang dekat SKB apa, bukan?”Aku penasaran. Jangan-jangan perempuan yang dipukul gada tadi adalah Ningsih istrinya Waluyo.
“Iya bu...pom bensin tapi yang dekat SKB atau bukan, aku kurang tahu. ...kenapa, bu?” Manda terlihat penasaran.
“Masalahnya tadi di seberang Pom bensin yang dekat SKB, aku melihat perempuan dipukul gada oleh dua lelaki bertelanjang dada. Dia  jatuh sampai sujud, masih dipukul bertubi-tubi.Kasihan sekali dia.......”
Titin dan Manda saling pandang dengan wajah kebingungan.
“Maksudnya mereka dari alam sana......gitu po, bu?” Titin menebak.
Aku mengangguk, “Betul. Kasihan sekali dia.......hampir saja aku menyeberang untuk  menolongnya. Tapi klakson bis itu begitu kerasnya, mengurungkan niatku”
“Oh iya, ya.....ibu kan kadang bisa melihat hal-hal gaib seperti itu.....” Manda seperti tersadar.“Untung ibu nggak jadi menyeberang. Kalau menyeberang....alamat deh...”
“Alamat apa?” Tanyaku.
“Ya.....alamat......” Kata Manda sambil tertawa geli.
“Coba bu, ciri-cirinya sama dengan Ningsih, istrinya Waluyo apa, enggak?” Titin penasaran.
“Perempuan itu kurus, berkulit hitam dan kering, wajahnya tirus. Usia sekitar 40 tahun. Apa seperti itu ciri-cirinya?”  Tanyaku.
“Tepat sekali bu.....” Manda dan Titin saling tatap.
“Satu lagi. Pakaian dia warnanya coklat tanah kering......”Kataku.
“Coklat tanah kering......berarti krem lebih tua lagi sedikit ya, bu...?”Tanya Titin.
“Iya.....dia kelihatan lusuh sekali......Raut wajahnya terlihat sangat lelah......”
“Betul bu...baju yang dikenakan saat kecelakaan memang warna itu. Bajunya dikubur sekalian bu.....”Kata Titin.
“Kok ibu melihat dia dipukul gada.....apa hubungannya?” Manda penasaran.
“Apa tempat itu angker? Ada kerajaan siluman, misalnya?” Titin menebak.
“Mungkin begitu. Apa sukmanya masuk ke kerajaan siluman....?” Aku mulai terbawa ke alam pikiran mereka, “Apa Waluyo ikut pesugihan?Istrinya buat tumbal, misalnya?”
“Sepertinya sih, enggak bu....buktinya ekonominya masih kurang...”Jawab Manda.
“Justru yang mencurigakan, Ningsih buat tumbal bosnya.”Kata Titin.
“Memangnya  Ningsih kerja dimana?”Tanya Manda.
“Dia jahit di konfeksi. Yang membuatWaluyo curiga, tiga hari sebelum kecelakaan Ningsih utang duit sejuta pada bosnya. Aku denger-denger, orang bisa dijadian tumbal kalau dia dikasih duit atau makanan yang banyak sama orang yang mau menjadikannya tumbal.” Kata Titin.
“Tapi Ningsih kan utang....bukan dikasih.” Kata Manda
“Niatnya Ningsih memang utang.....niat bosnya memberi....selama belum disaur, masih dianggap pemberian...jadi ya, dia masuk kategori jadi tumbal.”Kata Titin.
“Wah.....jadi bosnya malah seneng, Ningsih utang......”Kata Manda.
“Betul itu....kejam sekali bosnya. Kelihatannya membantu, padahal mencaplok....memakan maksudnya......”Kata Titin.
“Ya udah....terlepas dari dia jadi tumbal atau bukan. Yang jelas sukmanya  tersasar ke dunia lain. Jadi harus ditolong.....” Kataku. Tapi aku sendiri belum menemukan caranya.
“Caranya bagaimana ya, bu?” Tanya Titin.
“Aku pernah dengar...sukma yang gentayangan bisa diselamatkan dengan dibacakan yasin atau  pengajian.”Kata Manda.
“Betul itu....berarti kita bilang saja, ke Waluyo agar mengadakan pengajian di rumahnya” Kata Manda.
“Begini saja bu....coba ibu ceritakan pengalamanku tadi pada keluarganya. Dan apa yang akan mereka lakukan untuk menolong Ningsih, serahkan saja pada mereka.”Kataku pada Manda.
“Betul itu. Mungkin itu bisa membantu.”Kata Titin penuh semangat.
“Wiih....semangat sekali.....” Kataku meledek.
Titin hanya tertawa, “Aku ikut memikirkan bu.....Waluyo orangnya baik...Ningsih juga baik.....kalau dia kecelakaan dan sukmanya nyasar ke alam lain kan kasihan bu.....”
“Nanti pulangnya aku mau kesana bu. Aku akan ceritakan pengalaman ibu tadi. Nanti apa yang akan mereka lakukan terserah mereka. Apa mau mengadakan pengajian terus menerus hingga empat puluh harinya, atau apa, terserah mereka......” kata Manda.
“Betul bu. Serahkan saja pada mereka.” Jawabku lega.
Aku lega Manda mau menyampaikan pengalamanku tadi pagi pada keluarga perempuan itu. Semoga saja keluarga itu peduli dan ikut mencari solusinya.

Keesokan harinya, Manda menceritakan kalau dia sudah bicara dengan Waluyo. Dia terlihat sangat sedih dan terpukul. Mereka berunding sekeluarga dan memutuskan untuk mengadakan pengajian dan mengirimkan do’a untuk almarhumah. Aku ikut lega. Ternyata keluarganya begitu peduli. Dan mereka percaya dengan pengalamanku itu. Tadinya aku khawatir kalau mereka menganggap aku hanya mengada-ada saja.

Sejak itu tiap kali aku lewat dijalan  dekat pom bensin, tanpa sadar aku selalu mengawasi seberang jalan, tempat perempuan itu dipukul gada. Namun aku tak pernah melihat dia lagi. Hingga aku sudah melupakan  kejadian itu. Manda dan Titin juga sudah tidak pernah membahas mengenai Waluyo dan Ningsih, nama perempuan itu.

Pagi ini aku berangkat terburu-buru karena sudah siang, sudah pukul 06.45, aku ngebut. Dan di tempat itu, seberangnya  pom bensin,  Aku melihat perempuan itu berdiri terpaku sambil memandangku. Saat aku melihat ke arahnya, dia tersenyum sambil melambaikan tangan. Aku menghentikan motor, dan mengangguk sambil tersenyum padanya. Setelah itu, dia menghilang.

Sampai di sekolah tempatku mengajar, aku menceritakan pengalaman  tadi pada Manda dan Titin. Menurut mereka, mungkin itu sebagai ucapan terima kasih dia padaku. Karena berkat aku, keluarganya mengirimkan do’a dan juga mengadakan pengajian sehingga arwahnya mendapatkan tempat yang layak diSisinya.
Semoga aja memang begitu adanya.Alhamdulillah...kalau dia sudah tenang di alam sana...semoga dia mendapatkan tempat yang terbaik diSisinya sesuai dengan amal ibadahnya. Amin......

(Peristiwa ini aku alami sendiri pada tahun 2016. Hari dan bulannya aku sudah lupa)

Belum ada Komentar untuk "PEREMPUAN DIPUKUL GADA (Cerita Misteri) By Ami Daria"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel